
Demonstrasi besar-besaran melanda Selandia Baru, Selasa (19/11/2024). Polisi mengatakan sekitar 42.000 orang ikut serta dalam pawai tersebut, yang kemungkinan merupakan protes terbesar di Selandia Baru untuk mendukung hak-hak suku Maori.
Dalam laporan The Guardian, mereka memprotes rancangan undang-undang (RUU) kontroversial yang berupaya menafsirkan ulang perjanjian pendirian negara antara suku Maori dan Inggris yang dikenal sebagai Perjanjian Waitangi. Hal ini dikhawatirkan dapat melemahkan hak-hak kelompok masyarakat Maori.
Saat kelompok demonstran pertama mencapai gedung parlemen sebelum tengah hari, kerumunan massa membentang sejauh sekitar 2 km melalui kota. Mereka mewarnai cakrawala dengan warna merah, putih, dan hitam dari bendera Tino Rangatiratanga, bendera nasional Maori.