Berapa Batas Usia Pensiun PPPK Berdasarkan Jabatan? Ini Rinciannya

 Berapa Batas Usia Pensiun PPPK Berdasarkan Jabatan? Ini Rinciannya

Berapa Batas Usia Pensiun PPPK Berdasarkan Jabatan? Ini Rinciannya (Foto: PANRB)

 Berapa batas usia pensiun PPPK berdasarkan jabatan? Ini rinciannya. Batas usia pensiun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diatur dalam UU ASN Nomor 20 Tahun 2023.

UU ASN Nomor 20 Tahun 2023 menggantikan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). UU ini berfokus pada penguatan Sistem Merit, penataan tenaga honorer, kesejahteraan ASN, dan digitalisasi Manajemen ASN untuk menciptakan ASN yang lebih profesional, adaptif, dan digital. 

Salah satu poin dalam UU ASN tersebut mengatur pensiun PPPK. PPPK juga berhak atas jaminan pensiun dan hari tua, setara dengan PNS.

Sementara, dalam UU ASN Nomor 20 Tahun 2023, batas usia pensiun PPPK disesuaikan dengan jenis jabatan. Berdasarkan Pasal 55 UU ASN 20 Tahun 2023, usia pensiun ASN dan PPPK dibatasi menjadi 58 tahun dan 60 tahun. Selain itu, terdapat tiga jenis jabatan yang masa kerjanya dapat mencapai hingga usia 60 tahun. 

HSN 2025, Jokowi: Santri Adalah Teladan Ketulusan dan Penerus Perjuangan Bangsa

HSN 2025, Jokowi: Santri Adalah Teladan Ketulusan dan Penerus Perjuangan Bangsa

Presiden ke 7 RI Joko Widodo (foto: dok ist)

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menyebut banyak hal yang dapat dijadikan teladan dari para santri. Menurutnya, santri merupakan salah satu penerus perjuangan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam ucapan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

“Selamat Hari Santri Nasional. Santri adalah penjaga nilai, penerus perjuangan, dan teladan ketulusan dalam berbakti untuk bangsa,” kata Jokowi, dikutip dari akun X (Twitter) pribadinya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap semangat para santri dapat diteladani oleh seluruh masyarakat Indonesia, terutama dalam hal keikhlasan dan kecintaan terhadap tanah air.

“Semoga semangat keikhlasan dan cinta tanah air yang tumbuh dari pesantren terus menginspirasi kita semua dalam membangun Indonesia yang berkeadilan dan berkeadaban,” ujarnya.

Bunuh 26 Warga Palestina di Gaza, Israel Sebut Gencatan Senjata Kembali Dilanjutkan

Bunuh 26 Warga Palestina di Gaza, Israel Sebut Gencatan Senjata Kembali Dilanjutkan

Bunuh 26 Warga Palestina di Gaza, Israel Sebut Gencatan Senjata Kembali Dilanjutkan (Reuters)

Serangan militer Israel telah menewaskan 26 warga Palestina di Gaza selama gencatan senjata. Israel menyebut gencatan senjata di Gaza dilanjutkan kembali. 

Serangan ini menjadi ujian serius dalam gencatan senjata. 

1. Gencatan Senjata Masih Berlaku

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, gencatan senjata yang ditengahinya masih berlaku. Ia mengatakan, kepemimpinan Hamas, mungkin tidak terlibat dalam pelanggaran tersebut. 

“Kami pikir mungkin kepemimpinan tidak terlibat dalam hal itu,” katanya kepada wartawan di atas Pesawat Air Force One, melansir Reuters, Selasa (21/10/2025).

Bagaimanapun … ini akan ditangani dengan tegas tetapi tepat.”

Trump mengatakan dia tidak tahu apakah serangan Israel itu dibenarkan. 

Saya harus menghubungi Anda kembali untuk itu,” katanya. 

Bantuan ke Gaza dijadwalkan dilanjutkan pada Senin menyusul tekanan AS, kata seorang sumber keamanan Israel. Hal ini tak lama setelah Israel mengumumkan penghentian pasokan sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran “terang-terangan” oleh Hamas terhadap gencatan senjata.

2. Israel Serang Gaza Kembali

Militer Israel mengatakan telah menyerang target-target Hamas di seluruh wilayah kantong tersebut. Serangan itu termasuk menargetkan komandan lapangan, orang-orang bersenjata, sebuah terowongan, dan depot senjata, setelah militan meluncurkan rudal anti-tank dan menembaki pasukannya, menewaskan para prajurit.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 26 orang, termasuk setidaknya seorang perempuan dan seorang anak, menurut penduduk setempat dan otoritas kesehatan. Setidaknya satu serangan menghantam bekas sekolah yang menampung para pengungsi di wilayah Nuseirat, kata penduduk.

“Kita harus melihat apa yang terjadi. Kami ingin memastikan bahwa semuanya akan sangat damai dengan Hamas,” kata Trump. 

Tragedi Kematian Timothy Anugerah Mahasiswa Unud Diduga Korban Bullying

Tragedi Kematian Timothy Anugerah Mahasiswa Unud Diduga Korban Bullying

Timothy Anugerah (Foto: Ist)

Kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah, menyisakan pilu. Ia dikabarkan melompat dari lantai 4 gedung FISIP Unud, Denpasar, Bali, pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Publik menyoroti tajam tragedi ini karena tak lepas dari dugaan perundungan (bullying). Sorotan makin kuat setelah beredar tangkapan layar WhatsApp yang diduga menunjukkan sikap nirempati dari sejumlah mahasiswa.

Beberapa komentar yang viral di antaranya, “Badan gorbon gitu mau diangkat.”

“Mentalnya gak kuat.”

“Nanggung banget bunuh diri di lantai 2.”

Soal Anggota DPR Nonaktif, Putusan Mahkamah Partai Jadi Penentu Nasib Sahroni hingga Eko Patrio

 Soal Anggota DPR Nonaktif, Putusan Mahkamah Partai Jadi Penentu Nasib Sahroni hingga Eko Patrio

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal

“Kan kita sampaikan, itu mahkamah partainya sudah melakukan sidang belum. Karena itu kan suratnya dari mahkamah partai semua yang dikirimkan ke kita,” kata Cucun kepada wartawan, Jumat (17/10/2025).

Cucun menegaskan, MKD DPR belum memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti anggota legislatif yang berstatus nonaktif. MKD DPR hanya bisa menindaklanjuti jika sudah ada hasil dari mahkamah partai.Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurizal, menyampaikan pihaknya masih menunggu hasil rekomendasi dari mahkamah partai terkait anggota DPR RI yang berstatus nonaktif, yang memicu aksi unjuk rasa akhir Agustus lalu.

“Jadi itu bukan kewenangannya lagi. Misalkan sekarang nanti kalau DPR sudah ada hasil mahkamah partai kemudian masuk di MKD, ternyata mahkamah partai menyatakan tidak bersalah,” ujarnya.

Trump Kecewa pada Putin dan Pertimbangkan Kirim Tomahawk ke Ukraina

Trump Kecewa pada Putin dan Pertimbangkan Kirim Tomahawk ke Ukraina

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Foto: YT UN

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap Presiden Vladimir Putin dan terkait perang Rusia-Ukraina. Pernyataan ini muncul menjelang rencana pertemuan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih.

“Saya sangat kecewa karena Putin dan saya memiliki hubungan yang sangat baik. Mungkin masih baik. Saya tidak tahu mengapa dia terus melanjutkan perang ini,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (15/10/2025).

Trump menilai sikap Putin yang tampak tidak ingin mengakhiri konflik dengan Ukraina membuatnya terlihat “sangat buruk.” Trump menambahkan, “Dia bisa mengakhirinya. Dia bisa mengakhirinya dengan cepat.”

Zelenskyy dijadwalkan bertemu Trump pada 17 Oktober di Gedung Putih. Agenda pertemuan diperkirakan membahas pertahanan udara dan kemampuan serangan jarak jauh Ukraina.

Kedua pemimpin tersebut telah berbicara dua kali selama akhir pekan di tengah intensifnya diskusi mengenai potensi keputusan AS menyediakan rudal jarak jauh Tomahawk ke Kyiv. “Dia ingin senjata. Dia ingin memiliki Tomahawk,” kata Trump.

Trump tidak menolak kemungkinan untuk memasok rudal jelajah Tomahawk, yang memiliki jangkauan hingga 2.500 kilometer dan dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir. Sebelumnya, Rusia telah mengeluarkan peringatan keras terhadap pengiriman senjata tersebut ke Ukraina.

Mobil Travel Tabrak Truk di Tol Purbaleunyi, Satu Orang Tewas dan 9 Luka-Luka

Mobil Travel Tabrak Truk di Tol Purbaleunyi, Satu Orang Tewas dan 9 Luka-Luka

Mobil travel mengalami kecelakaan di Tol Purbaleunyi KM 77 arah Jakarta/Foto: Istimewa

Mobil travel mengalami kecelakaan di Tol Purbaleunyi KM 77 arah Jakarta pagi ini. Akibatnya satu orang tewas dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

Kainduk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono menyebutkan, kecelakaan terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 05.10 WIB. Ada dua kendaraan yang terlibat kecelakaan, yakni mobil travel dan truk.

“Telah terjadi laka lantas TKP KM 77 B. Kendaraan yang terlibat dump truck dan mobil travel Daytrans,” kata Joko dalam keterangannya, Senin (13/10/2025).

Joko menjelaskan, kecelakaan berawal ketika kendaraan travel yang dikemudikan sopir berinisial IS melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Pengemudi diduga mengantuk dan menabrak bagian belakang truk.

“Diduga pengemudi kendaraan travel mengantuk, lalu menabrak bagian belakang sebelah kanan kendaraan dump truck yang berjalan di lajur 1,” ujar dia.

Dia menambahkan, dari data sementara, dilaporkan satu orang tewas akibat kecelakaan. Sementara, sembilan orang lain luka-luka.

“Korban 10 orang, sembilan luka ringan dan satu orang meninggal dunia,” jelas Joko.

Jelang Putusan Praperadilan Nadiem Makarim, Kejagung: Apapun Putusannya Kita Hormati

Jelang Putusan Praperadilan Nadiem Makarim, Kejagung: Apapun Putusannya Kita Hormati

Nadiem Makarim (Foto: Dok Okezone)

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Anang Supriatna, menyatakan pihaknya akan menghormati putusan hakim tunggal terkait permohonan praperadilan atas penetapan tersangka mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, yang akan dibacakan pada Senin, 13 Oktober 2025.

“Apa pun putusannya, kita hormati. Yang jelas seperti itu. Kami berharap, karena sidang ini masih berjalan, agar putusannya seadil-adilnya,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).

Anang menyebut sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut telah berlangsung dengan baik. Seluruh pihak hadir, baik dari pihak Pemohon (kubu Nadiem Makarim) maupun Termohon (Kejagung).

“Pastinya, praperadilan sudah berjalan dengan baik. Termasuk kehadiran pihak pemohon, dan kita juga sudah menghadirkan ahli serta bukti-bukti,” tambahnya.

Ia berharap hakim tunggal I Ketut Darpawan yang memimpin sidang dapat memberikan putusan yang objektif dan adil berdasarkan fakta hukum yang telah disampaikan selama proses persidangan.

Akademisi Sebut Program MBG Kurangi Beban Keluarga Miskin

Akademisi Sebut Program MBG Kurangi Beban Keluarga Miskin

Akademisi Sebut Program MBG Kurangi Beban Keluarga Miskin

 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berorientasi pada peningkatan gizi anak bangsa, namun juga memiliki dampak besar terhadap penguatan ekonomi akar rumput.

Akademisi Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte mengatakan, program MBG telah menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di berbagai wilayah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kecil.

“Program MBG sudah menimbulkan denyut ekonomi baru di masyarakat. Banyak dapur dan pelaku usaha lokal yang kembali produktif, dan ini menjadi bukti bahwa program ini tidak hanya soal gizi, tapi juga kesejahteraan rakyat,” ujar Efatha, Kamis (9/10/2025).

Menurutnya, ribuan dapur yang beroperasi setiap hari dalam program MBG membuka lapangan kerja baru, terutama bagi ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.

Selain itu, kata dia, meningkatnya permintaan bahan pangan seperti sayur, daging, telur, dan beras turut menggerakkan rantai pasok di pasar-pasar tradisional.

“Roda ekonomi di pasar lokal kini berputar lebih kencang. Petani, peternak, pedagang, dan penyedia jasa transportasi semuanya ikut merasakan dampak positif dari program MBG,” terangnya.

Dia menambahkan, bagi jutaan keluarga prasejahtera, MBG menjadi ruang bernapas yang nyata, karena mampu mengurangi beban pengeluaran harian mereka untuk kebutuhan makan anak-anak. Ia menilai manfaat sosial dan ekonomi inilah yang harus dijaga, meski pelaksanaannya masih perlu disempurnakan.

Menyibak Tabir Pertemuan Empat Mata Jokowi dengan Prabowo

Menyibak Tabir Pertemuan Empat Mata Jokowi dengan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto bertemu Joko Widodo di Kertanegara, Jakarta (Foto: Ist)

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kertanegara, Jakarta, Sabtu 4 Oktober 2025 menimbulkan banyak spekulasi. Pertemuan itu dinilai sebagai upaya agar Presiden Prabowo Subianto tak merombak (reshuffle) menteri yang “dekat” dengan Jokowi.

Pendiri Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, membaca dua hal dari pertemuan Jokowi dan Prabowo. Pertama, pertemuan itu menjadi tanda bahwa Jokowi membutuhkan Prabowo.

“Bahwa kenyataannya, Pak Jokowi-lah yang mendatangi Pak Prabowo menegaskan hal itu. Bila sebelumnya terlihat Pak Prabowo yang mencari jadwal bertemu Pak Jokowi, kali ini sebaliknya. Pak Jokowi-lah yang mendatangi Pak Prabowo,” kata Ray saat dihubungi, Senin (6/10/2025).

Kedua, Prabowo dinilai tengah memainkan strategi “politik tarik-ulur”. Apalagi, kata Ray, Prabowo sudah lama tak menjalin komunikasi dengan mantan Wali Kota Solo itu pasca reshuffle kabinet.

“Setelah sekian lama Pak Prabowo seperti tidak berkomunikasi dengan Pak Jokowi, dan banyak anggota kabinet yang bersama dengan Pak Jokowi sebelumnya diganti oleh Pak Prabowo, tiba saatnya menarik lagi Jokowi ke dalam,” kata Ray.